Improvisasi Untuk Cinta yang Murni

13 May

Based on souncloud Anji

Sajak ini hanyalah caraku mengingatmu sebuah cinta yg tak lazim sebab di ingatanku engkau daun yg tak pernah digugurkan musim, kau tlah menjadi cahaya lembut cahaya yg rela menenggelamkan diri ke jantung duri.

Pertama,akan kuingat matamu yang selalu merekam kenangan, hujan dan keruntuhan juga smua kesedihan yg tak sebentar. Tapi aku percaya ketika kesedihan mekar dalam hatimu kau akan tau seindah apa aku mencintaimu.

Tentu saja tak akan aku lupakan bibirmu, surga pertapaanku, dimana akan selalu kubasuh lidahku dgn gairahmu.
Kita adalah pezinah yang suka mengelabuhi sunyi katamu..
Sebelum mengulang cerita tentang jantung hitam pezinah yang dirajam di abad-abad hitam yg tak pernah kita ingin ziarahi

Kenapa Tuhan? ujarmu.
Pasti ada surga bila yang nikmat adalah sorga.
Kau bertanya, “untuk apa kau samarkan kebohonganmu kedalam ciuman? Bila cinta kita tak lebih baik dari dusta.” Tapi kita memang hidup diatas negara yg dibangun dengan dusta bukan?

Kita tak lebih sepasang angsa hitam pengharap menanggung kesangsian dan keasingan masing-masing dikota yg dikuasai pendosa berjubah. Maka kekasihku, ketabahan ialah kamu yang rela mencintaiku dalam gelap. Itulah sebabnya aku selalu suka membayangkan kita hidup di kota yg dibangun dengan ribuan ciuman dan sepasang jarum jam ialah tangan kita yg saling berpelukan. “Lalu cinta?” tanyamu.. Huh, cinta.. Cinta seperti juga Tuhan kadang dibutuhkan saat kita merasa kesepian.

Punggungmu, ya punggungmu. Bagaimana kulupakan punggung yg kubayangkan bersayap paling cantik ketika gaunmu kau lepaskan dan kita saling telanjang hanya untuk berbagi kesedihan. Sbab seperti kelekap pada batu kudekap tubuhmu. tapi tak kunjung kusentuh kedalam jiwamu. Kita bercinta seakan ingin melupakan hujat dunia, sementara kumasuki tubuhmu sunyi juga yang kutemukan.

Kini biarkan kukenang pipimu, yang menghamparkan langit bagi segala kerisauanku. Sedang kulitmu yang halus yg melekat hangat di kulitku kemanapun pergi aku seperti mengenakan tubuhku. Di bawah tubuhmu, aku berlindung dari nikmat yang terkutuk. Ke dalam ciumanmu aku pasrah dan takluk. Sentuhlah bagian tubuhku yang menurutmu paling lembut. Disitu akan kaurasakan kerinduanku yang paling tabah dari maut. Bila kita dianggap lebih laknat dari pezinah aku tak lagi takut. Maka aku berterimakasih pada ketabahanmu mencintaiku, menghadapi yang aku tak mampu hadapi sendirian menanggungnya. Aku mencintaimu ya tentu saja mencintaimu meski tak pernah yakin untuk apa semua ciuman kita yg gelap dan penuh dosa.

“Jangan takut untuk jatuh cinta padaku!” katamu. Jatuh cinta? pelajaran trbaik untuk tabah sebelum dan sesudah sakit tapi bila kau memilih pergi, pergilah! Pada akhirnya kamu akan kembali pada hati yg mencintaimu lalu kau menciumku. Tapi apa yg hendak kau kekalkan dengan ciuman? Dalam cinta kehilangan hanyalah soal mengingat dan melupakan. Adakah yg belum kumengerti dari kisah ganjil kita ini? Sebagai manusia kita bukan yang lain, kita sama dalam segala, kecuali cinta. Tapi apa yg kita harapkan dari kisah ganjil ini? Tidakkah kau mengerti, pada suatu hari segala kepedihan kita tak akan lagi tertampung pd puisi ini ketika kau sayap nadi yg menetes pada hati.

Pergilah.. Pergilah.. bila nanti kau pergi tinggal abadi di tubuhku ini.

Agoes noer-2012

(tak) Sesederhana Hujan di Denpasar

12 May

“Wah hujan….” kataku. Langkahku pun terhenti, memandang sejenak langit malam itu dengan perasaan berdesir.

Hujan lebat di Kuta. Denpasar.

Entah sudah berapa minggu aku tak mencium bau petrichor. Ah, romantis… Tapi tunggu dulu, selain itu ada perasaan berdesir lainnya yang datang dengan perlahan. Mendadak aku rindu rumah. Dirumah, saat hujan seperti ini adalah waktu yang paling hangat karena kami berkumpul bersama dalam satu kamar -Ibu, dua kakak perempuanku, ipar, dan dua malaikat kecil- Mataku mulai berkaca-kaca.

Kemudian seorang bapak penjual nasi bungkus memarkirkan kendaraannya hendak berteduh disamping kantor ku. Ah bapak serenta ini masih menjajakan nasi bungkus, padahal hari sudah malam dan hujan ini dinginnya menusuk sampai ke tulang, pikirku. Ternyata macam-macam makanan yang dijualnya, ada nasi bungkus, gorengan, dan kopi. Kebetulan sekali malam itu perutku sudah mulai keroncongan dan tadinya aku berencana untuk mencari nasi bungkus dekat kos lagipula bapak itu punya susu sachet yang bisa diseduh dengan air panas, pas sekali dengan cuaca malam ini 🙂

Setelah basa-basi ngobrol ngalur kidul, akupun membeli satu bungkus nasi dan segelas susu hangat. Niatku tadinya hanya ingin bertanya seputatar apa saja yang bapak ini jual tapi lama-kelamaan aku tergerak untuk mencari tau mengenai sisi lain dari si bapak.

Si bapak -aku lupa menanyakan namanya- berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Sudah 35tahun si bapak hijrah ke Bali bersama sang istri, sementara anak-anaknya tetap berada di pulau Jawa. 35 tahun itu waktu yang sangaaaat lama untuk mengerti seluk beluk dari pulau Dewata ini. Kata si Bapak, beliau seperti saksi dari pembangunan yang ada di Kuta ini. Mulai dari pantai Kuta yang belum ada apa-apanya, kemudian jalan Sunset Road yang masih seperti rawa-rawa sampai seperti saat ini. Semua jalan sudah bapak hapal, mungkin sambil merem pun bisa, kelakarnya :))

Nasi sudah habis, perut sudah kenyang dan saatnya saya kembali pulang ke kosan.

Yang membuat perasaan saya terharu, si bapak pun mendoakan keselamatan saya sampai kos dan memberi wejangan agar berhati-hati saat berkendaraan. Itu seperti imbalan yang lebih dari cukup untuk sebuah kursi merah yang sedari tadi saya pinjamkan.

 

Terimakasih pak, doamu malam itu seperti doa orangtua ku saat melepas kepergianku merantau di Bali. Malam itu saya pulang dengan perasaan hangat yang menyelimuti hati ini 🙂

Pemulung berhati damai

11 May

Denpasar Utara – Terik siang ini menunjukan waktu pukul 1, cuaca sangat panas apalagi di Bali ini. Terlihat seorang ibu paruh baya berkutat dengan tumpukan sampah di sekitar DAM Pura Taman.

Ibu Ari, ibu dari 3 orang anak dan mempunyai suami yang sedang berjuang melawat sakitnya. Dituturkan saat ini suaminya sedang berjuang melawan penyakit jantung yang diderita sejak bulan November. Anak-anaknya pun masih belia. Si sulung berumur 14thn, sudah waktunya mendaftar SMP. Namun karna keterbatasan biaya, Ibu Ari pernah menyarankan anaknya untuk berhenti sekolah. Selain diminta untuk membantu orang tua, uang gedung pun juga terbilang berat, 1,5juta rupiah. ibu Ari menuturkan sang anak pernah memohon untuk tetap bersekolah. Miris mendengarkan cerita ibu Ari.

Cerita belum berhenti sampai disitu. Demi keluarga dan sang suami, Ibu Ari mempunyai prinsip : lebih baik dia yg bekerja dirumah dan suami beristirahat. Lalu apa bayaran untuk itu? Berbagi cerita dengan sang suami tiap malam. Oh my.. Sangat menyentuh.

Perbulan ibu Ari berpenghasilan 3,5-4juta. Nyatanya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur mereka berlima. Sungguh refleksi bagi tiap pribadi kita. Bersyukurlah, bahwa masih banyak TIDAK mengeluh dalam keadaan yang serba terbatas.

Thanks @Akberbali @balibengong #WajahKota

20140511-134456.jpg

20140511-141246.jpg

20140511-141305.jpg

Ngeblog ketika Traveling, Why Not?

9 May

#Bali

backpackstory

Sebelum membaca artikel ini, saya ingin menekankan –dengan perlahan dan hati-hati, tentu saja– bahwa beberapa foto yang terdapat di sini adalah sekadar ilustrasi belaka. Karena sungguh tidak mungkin nge-blog dengan asyik dan serius di tengah-tengah kolam Tirta Gangga, Karangasem, Bali, sementara membiarkan ratusan orang pengunjungnya mengantri untuk menikmati berjalan-jalan di kolam dengan berpijak pada batu-batu segi delapan yang terpasang secara simetris pada dasar kolam.

Namun, kamu masih bisa kok nge-blog dengan asyik dan serius ketika traveling. Asalkan tahu apa saja yang harus disiapkan, dan dilakukan.


Apa yang Harus Disiapkan?

A. Kemauan

Kemauan, –tanpa huruf L– adalah hal utama yang dibutuhkan dalam menulis artikel blog. Tanpa kemauan, kamu tak akan beranjak ke mana-mana. Tanpa kemauan, kamu hanyalah seorang pengangguran batiniah. Dan tanpa kemauan, tak akan ada artikel ini untuk dibaca olehmu.

B. Alat Tulis dan Buku Catatan

Tinggalkan batu, papyrus, juga daun lontar, karena sekarang zaman sudah…

View original post 1,208 more words

Belum terpuaskan!

22 Mar

Woyoooo… #YAMAHAJawara kelar, saatnya lanjut kulineran!

Konon, belum ke Medan kalo belum ke Ucok Durian. Banyak sih cabangnya, tapi yg paling deket adalah Ucok Durian di jl Iskandar Muda. Kenapa harus ke Ucok Durian? Karena disini mau musim/gak musim durian, adaaaaa aja stoknya. Dan, gak perlu tuh ketok2 durian pake pisau untuk ngecek mateng/enggak. Pasti pernah pakai ilmu itu kaaaan? Iya kaaaan? Kalau gak enak, garansi durian lagi. Tinggal minta ke abangnya, mau yg pait apa yang manis. Kalo saya mah makan yg pait bikin cepet pusing 😐 Ini nih lokesyennya.

Image

 

Musim gak musim, stok berlimpah :))

Sambil ngobrol bareng client, gak kerasa udah makan hampir 3 durian. Enak soalnya, dan ga ada yang minta dituker. Bijinya kecil, dagingnya manis, tapi buahnya gak terlalu besar. Musimnya sekarang gitu mah, kecil tapi manis. Ceilaaah..

Image

Ucok Durian

jl Iskandar Muda

 

Soal harga, 3 durian dihargain Rp 100.000,- yah standar lah ya, di Bali pun pernah 100rebu dapet 4. Puas nyobain durian, tapi belum puas kulinerannya.

 

Next?

Sate Memeng. Sate ini konon legend nya Medan, bertempat di jl Irian Barat, sate Memeng buka sampai pagi. Ada 2 jenis sate: sate ayam & sate sapi. Saya pilih sate ayam.

 

Image

Sate Ayam Memeng

Soal rasa, mmm… gak begitu spesial. Cuman bumbu kacang dan sambalnya yang maknyus. Better pilih sate sapi, dagingnya lebih manis dan lebih bisa dirasa.

 

Sebenarnya masih ada 1 tempat lagi next destination, yaitu ke Waringin Seafood jl Mayang nomer 2. Berhubung gak ada fotonya karna udah kelaparan, jadi saya ceritakan aja yah? 😀

Jl Mayang ini cukup sempit jika dilalui 2 mobil, apalagi mendekati Waringin Seafood udah berjejer mobil-mobil yang parkir. Sampai di Waringin seafood, kita disuguhi bakar-bakaran cumi yang bikin perut keroncongan. Banyak menu seafood yg ada, bahkan masih fresh semua. Sumber menyebutkan (masih si driver) bahwa si pemilik Waringin seafood ini punya kolam ternak sendiri jadi semua nya baik ikan, kepiting, udang, cumi nya masih pada fresh. Menu malam itu :

– Kepiting Soka

– Udang Lada hitam

– Cumi Bakar

 

And the best menu is UDANG LADA HITAM! Enaaakk bangeeet cooy. Duh duh, saya sampe rela lho kena alergi ini demi ‘nyicipi’ udang lada hitamnya. Suer! Kepiting Soka nya apalagi, secangkang-cangkangnya bisa dimakan sampai tuntas! Soal Cumi Bakar, rasanya tidak mengecewakan.

Harga:

– 4 porsi Udang Lada Hitam = 100rb

– 4 kepiting lunak goreng tepung = 92rb

– 1 cumi bakar = 12rb

Worth it rasa dan harga :’)

 

Sekian perjalanan hari kedua saya di Medan. Dan masih penasaran dengan minuman TST!!!!

 

Untuk pertama kali, terimakasih Medan

22 Mar

Antusias!

Itu yg ada di benak ku pas tau bahwa roadshow #YamahaJawara selanjutnya adalah Medan. Meskipun pressure pekerjaan menggunung, tapi gak bikin antusias buat berkunjung ke kota Melayu Deli yang terkenal dengan kulinerannya se-abrek!

 

So, kita mulai dari kulinernya dulu. Setuju?

 

19/3/2014

Berdasarkan google maps, akhirnya saya dan team menemukan alamat dari @061Bistro ini yang terletak di Jl. Ahmad Yani No. 80 Kesawan Medan Barat, Sumatera Utara. Lumayan cozy dan besar. 061 Bistro ini juga tempat anak-anak standup Medan openmic.

Image

 

Image

061 Bistro

 

Sebelum besok kita gelar acara disini, jadi marilah mencoba bagaimana rasa dan kualitas serve dari 061 Bistro ini. Sa lupa apa ini namanya, tapi sejenis sate dengan onion ring sebagai pelengkap.

Image

Voila! Rasane uenaaaak rek! Kesan pertama nya bagus nih, dan saya coba beberapa menu lainnya memang recomended.

 

20:00 WIB ( After meeting )

Setelah meeting kenapa lapar ya? Entahlah. Dan oleh sang driver, kami dibawa untuk menjajal kuliner di jl Semarang. Hmm, sama persis suasana dan tipe makanannya kaya di Semawis Semarang. Ah jadi rindu kampung halaman :’)

Image

Image

 

Jl. Semarang

Menu makan malam saya adalah bihun hokkian. Yummy! Gak ada cacatnya soal rasa, suer! Yah walaupun setelah itu, saya kena alergi udang sih. Huehehe…. Tipe penjual disini adalah “broker” ,kok bisa?  Kamu duduk aja di satu warung, maka sang pemilik warung bisa menawarkan segala jenis makanan dari ujung sampe ujung. Ga usah bingung mau makan apa, karna menunya kebanyakan sama dari ujung sampai ujung. Ada sate padang, bihun seafood, dan macem2 lainnya.

Nah, kulinerannya brenti dulu karna dek Mira kena alergi seafood, jadi kudu balik hotel :))

Su Ba Li

7 Feb

Please say hi to #SuBali : Start-up Bali. Temen-temen start-up Jogja dan Semarang kayanya asik kalo sharing sama mereka, kenyataanya banyak dari mereka masih punya banyak problem, so #SuBali hadir sbg media untuk para developer ini saling sharing, dan ini kali kedua diadakan, semoga bisa berkembang 😊 – at Stimik Primakara

View on Path

Nasi Merah di Seminyak

7 Feb

Image

Namanya Warung Bu Mi, terletak di daerah jalan Seminyak di sebrang counter Deus, dimana berhamparan lokasi belanja dan cafe yang beraenak ragam. Saya diajak oleh rekan-rekan dari iPaymu untuk mencoba nasi merah disini. Euhm okay, saya bukan penggemar nasi merah tapi yasudahlah apa salahnya mencoba? Toh, saya juga belum terbiasa dengan makanan Bali, maklum lidah Jawa 😀

Makanannya banyak – ala warteg – tapi yang beda adalah suasananya. Ya iyalah. Bali sangaaat panas, lebih dari Semarang. Dan karena hari itu sudah ada schedule meeting jadi dresscodenya resmi, dan berpanas-panas rialah sambil makan disini. Okay back to menu. Makanannya ya sayur-sayuran, ayam sambal Bali dll hampir sama kaya di Jawa. Setelah itu kita dikasih card sesuai dengan total harga makanan, saya sih cuman 12rb. Banyak hal menarik yang lalu lalang di sepanjang jalan Seminyak. Ada sebuah truk “Small Boxing” – sayang tidak sempat foto – yaitu pertunjukan boxing orang berpostur kecil. Sempat sih terheran kok bisa sampai berpikiran dibuatnya satu pertunjukan seperti itu, sorry to say saya kok gak pengen nonton karena kasihan 😦

 

Image

@DeusBali

Imageeksterior Deus

 

Eksterior yang simple tapi unik dan ada nilai Art nya. Kursi, meja, dan dinding nya pun hanya dari kayu. 

Okay, ini salah satu pengalaman dan tempat baru saat lunch di Seminyak,Bali. Masih ada 1 bulan lagi untuk menjelajah tiap detil dari Pulau Dewata.

 

 

 

Image

Quote

20 Jan

Girls.. Please read ☝️
Just share dari buku yg lagi aku baca -> Lady in Waiting “Menjadi yg Terbaik bagi Allah di dalam Penantian”

View on Path

New Hangout Place = New Friends

3 Jan

Entah sejak kapan tanpa disengaja setiap Jumat sll saya habiskan waktu diluar rumah lebih larut selepas jam kerja berakhir. Kebiasaan itu adl hunting hangout place baru.. Kenapa Jumat? Karena hari Sabtu-Minggu biasanya itu adalah waktu untuk keluarga dan diri sendiri. Dan sy amati,tiap ke tempat baru,selalu ada kawan baru dan pelajaran baru yg bisa di dapat. Contohnya hari ini,sy bertemu dengan teman-teman baru keluarga Koffinesia. One word: hangat! Penerimaan mereka thp pelanggan baru seakan sudah mengenal lama sebelum malam ini. Thx yah.. Jadi punya kata2 baru nih “have a new hang-out place every Friday” ’cause new hang-out place = new friend = much lesson 🙂

20140104-011530.jpg